Festival adalah sesuatu yang kita semua sukai, nikmati, dan nantikan. Setiap daerah menawarkan serangkaian festival unik dan menarik yang sangat terkait dengan sejarah dan tradisinya. Jepang juga merupakan rumah bagi festival-festival yang mengesankan, dan beberapa di antaranya memiliki sejarah panjang ratusan tahun sejak zaman kuno. Berikut artikel kali ini akan membahas mengenai apa itu matsuri.
Asal usul festival di Jepang
Sejak zaman kuno, festival sangat terkait dengan kehidupan masyarakat di Jepang. Kata dalam bahasa Jepang untuk festival, matsuri (祭り), awalnya berasal dari “祀り(matsuri) ”, yang memiliki pengucapan yang sama yang memiliki arti pemujaan.
Matsuri dulunya merupakan ritual untuk berterima kasih kepada dewa. Konsep dasarnya disebut Animisme , yang berasal dari agama Jepang shinto yang menganggap keberadaan dewa di mana pun di alam.
Banyak festival tradisional yang berasal dari ritual tersebut, misalnya sebelum musim tanam, mereka mengadakan festival untuk mendoakan panen yang baik pada tahun tersebut, dan pada musim panen, festival diadakan untuk mengapresiasi keberhasilan panen pada tahun tersebut.
Tujuan festival di Jepang
Festival di jepang tidak hanya sekedar untuk bersenang-senang saja tapi memiliki beberapa makna dan tujuan, diantarnya sebagai berikut:
1. Berdoa untuk panen yang baik
Bisa dibayangkan bahwa masyarakat zaman dahulu sangat bergantung pada hasil panen setiap tahunnya untuk mempertahankan kehidupannya. Ketika terjadi bencana alam yang parah, hal ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada tanaman dan produk pertanian, yang pada akhirnya mengancam kehidupan mereka.
Untuk mencegah situasi ini, orang-orang mengadakan festival untuk berdoa kepada dewa panen agar panen yang stabil dan melimpah di tahun tersebut. Festival terkenal dengan tujuan ini adalah Kinensai yang diadakan di Kuil Agung Ise pada bulan Februari. Festival lain untuk mengapresiasi panen tahun ini diadakan pada musim gugur, yang dikenal sebagai Niiname-sai .
2. Mengusir roh jahat, bencana dan wabah penyakit
Terutama selama musim panas, festival diadakan untuk menangkal pengaruh buruk di seluruh negeri. Seringkali wabah penyakit menyebar, masyarakat menderita akibat angin topan dan banjir, dan pertanian mereka dirusak oleh serangga hama di musim panas.
Orang-orang percaya kerusakan ini disebabkan sebagai hukuman ilahi dan memulai festival untuk menenangkan para dewa. Festival paling terkenal berdasarkan tujuan ini adalah Festival Gion di Kyoto dan Festival Tenjin di Osaka.
3. Berfungsi sebagai upacara peringatan leluhur
Banyak festival musim panas diadakan selama musim Obon, yaitu acara tradisional di bulan Agustus untuk menghormati arwah leluhur di Jepang. Dipercaya bahwa roh nenek moyang akan kembali ke rumah pada saat itu. Festival Obon sering kali melibatkan bon-odori , pertunjukan tarian yang bermula dari ritual menyambut dan menghibur jiwa. Festival obon yang terkenal adalah Gozan Okuribi dan Awa Odori.
4. Berdoa untuk negara yang stabil dan damai
Pada zaman dahulu, manusia berulang kali menderita penyakit mematikan dan konflik politik. Beberapa festival memainkan peran penting untuk mengurangi kecemasan masyarakat dan mendorong mereka untuk mengharapkan negara yang damai di bawah pemerintahan yang stabil.
5. Merevitalisasi kota
Ada festival yang relatif baru seperti Festival Salju Sapporo di Hokkaido dan festival sakura di seluruh Jepang yang diadakan untuk menarik wisatawan dan merevitalisasi daerah tersebut. Juga festival bunga musiman dapat dilihat seperti festival hydrangea selama musim hujan di Jepang untuk tujuan yang sama.