Semua bijuu memiliki karakteristik masing-masing tak terkecuali dengan Matatabi sang Kucing biru berekor dua dengan corak hitam. Dia merupakan salah satu bijuu yang memiliki jiwa Stoicsm, kenapa demikian? ya karena dia adalah salah satu bijuu penyendiri, namun juga ramah kepada manusia. Dikisahkan semua bijuu yang berada di serial Naruto ditangkap oleh sang Dewa Shibnobi bernama Hashirama kecuali Ichibi karena sudah ditangkap duluan oleh Sunagakure.
Ia merupakan salah satu tipe bijuu yang terlihat santai namun selalu menunjukan wajah yang garang. Dia seakan tidak peduli dengan nasib bijuu lain, dan hanya beberapa kali saja melemparkan dialog. Hal ini dikarenak sikapnya yang bodo amat, dan hanya sekadar validasi perasaan orang lain saja, yang membuat hubungan dia dengan Jinchuriki-nya lebih mudah dipahami dibandingkan dengan yang lain.
Yugito Nii, seorang anbu yang mendapatkan tanggung jawab sebagai Jinchuriki ini. Ia juga sudah terbiasa berbicara dengan normal dan sopan kepada Naruto, karena sifatnya yang humble membuat dirinya sebagai salah satu Bijuu yang tidak membenci manusia.
Dewa yang Terfitnah
Sebelum ditangkap oleh Hashirama, Matatabi ditempatkan oleh Hagoromo di sebuah kuil desa terpencil. Ia disembah dan bertugas sebagai penjaga dan pelindung dari bagi desa tersebut. Namun dikarenakan Shukaku mengacaukan Sunagakure akhirnya masyarakat desa tersebut berniat menghancurkan kuil tempatnya tinggal.
Salah satu kenapa masyarakat berani untuk menyrang atau ingin membunuh matatabi adalah dikarenakan ketika dilepaskan pertama kali dan ditempatkan di kuil, Matatabi memiliki wujud seperti kucing pada umumnya, makanya dia sangat sering dan mudah sekali berbaur dengan masyarakat.
Namun, kebahagiaan itu tak berangsur lama karena isu bahwa Ichibi mengamuk membuat dirinya diburu dan ditangkap dengan mudah oleh Hashirama.
Mudah Akrab dan Bekerjasama
Berbeda dengan bijuu lainnya yang butuh waktu lama untuk mengakrabkan diri, Nibi bisa dengan mudah berbaur karena sifat alaminya seperti kucing yang mudah sekali waspada dan mudah sekali percaya dari baunya. Hal ini dibuktikan ketika dirinya bisa berbicara dengan lembut dan sopan kepada Naruto ketika pertama kali.
Tidak hanya itu, selama pelatiihan untuk menjalin hubungan dengan Jinchurikinya, hanya Yugito dan Matatabi yang bisa mengakrabkan diri beberapa bulan semenjak dirinya dimasukan.
Ia juga menjadi salah satu Bijuu dengan tingkat kerjasama yang mudah, terlihat ketika dikeluarkan dari tubuh Obito, Nibi bisa bekerjasama dengan bijuu lain dengan mengandalkan kecepatannya tanpa banyak aba-aba seperti Shukaku atau yang lainnya, ditambah dia juga bisa menjadi ujung tombak bagi timnya.
Filosofi Stoicsm dengan Matatabi
Dalam dunia Naruto, Matatabi, bijuu kedua yang dikenal sebagai Nibi, memperlihatkan sifat-sifat yang unik dan menarik, terutama dalam kemampuannya menjalin hubungan yang kuat dengan Jinchuuriki-nya, Yugito. Berbeda dengan bijuu lainnya yang membutuhkan waktu lama untuk akrab, Matatabi menunjukkan kemampuan yang luar biasa untuk beradaptasi dengan cepat, mirip dengan sifat kucing yang waspada dan mudah percaya. Hal ini mencerminkan salah satu prinsip Stoikisme yang mengedepankan fleksibilitas dalam menghadapi situasi baru, di mana individu harus mampu membuka diri dan menerima kehadiran orang lain dalam hidup mereka untuk mencapai kebahagiaan sejati.
Sikap terbuka Matatabi terhadap interaksi sosial juga terlihat ketika dia berbicara secara lembut dan sopan kepada Naruto pada pertemuan pertama mereka. Ini sejalan dengan keyakinan Stoik bahwa membangun hubungan yang sehat dan saling menghargai dengan orang lain adalah langkah penting menuju kesejahteraan mental. Keterhubungan sosial, seperti yang diungkapkan oleh para Stoik, memperkuat ikatan antar individu dan memberikan dukungan emosional yang diperlukan dalam menghadapi tantangan hidup. Matatabi, dengan sifatnya yang hangat, menunjukkan bahwa keterbukaan dapat menciptakan sinergi yang kuat, baik dalam hubungan antar bijuu maupun saat berinteraksi dengan manusia.
Selama pelatihan untuk menjalin hubungan dengan Jinchuuriki-nya, hanya Yugito dan Matatabi yang mampu mengakrabkan diri dalam waktu yang relatif singkat. Kecepatan beradaptasi Matatabi ini mencerminkan ajaran Stoikisme tentang pentingnya kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berubah. Dalam dunia di mana konflik dan tantangan selalu mengintai, kemampuan Matatabi untuk cepat menyesuaikan diri dengan situasi baru sangat berharga. Filosofi Stoik mengajarkan bahwa individu harus belajar untuk menerima perubahan dan berfokus pada aspek-aspek yang dapat mereka kendalikan, sehingga memungkinkan mereka untuk bergerak maju dengan lebih lancar.
Selain itu, Matatabi menunjukkan kerjasama yang mudah ketika dikeluarkan dari tubuh Obito. Dengan cepat, dia dapat bekerja sama dengan bijuu lain tanpa banyak aba-aba. Tindakan ini sejalan dengan prinsip Stoik tentang efisiensi dalam bertindak, di mana individu harus mampu mengambil inisiatif dan melakukan yang terbaik dalam situasi yang ada tanpa menunggu instruksi panjang. Dalam konteks ini, Matatabi menjadi contoh nyata dari prinsip Stoik yang menekankan bahwa tindakan yang cepat dan tepat adalah cara terbaik untuk menghadapi tantangan dan mencapai tujuan.
Secara keseluruhan, karakter Matatabi dalam dunia Naruto mencerminkan nilai-nilai Stoikisme yang dapat memberikan inspirasi bagi kita semua. Dengan sikap terbuka dan kemampuannya untuk beradaptasi, Matatabi mengajarkan kita pentingnya menjalin hubungan yang berkualitas dengan orang lain. Selain itu, kerjasama yang efisien dan kemampuan untuk mengambil tindakan tanpa banyak ragu merupakan prinsip yang dapat membantu kita menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dunia yang terus berubah, belajar dari Matatabi dan Stoikisme dapat memperkuat ketahanan mental kita sembari membangun hubungan yang positif dengan orang-orang di sekitar kita.